Monday, May 16, 2011

PERAN UKM DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA

 Peran UKM dalam perekonomian Indonesia adalah Usaha Kecil, dan Menengah (UKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Karena dengan UKM ini, pengangguran akibat angkatan kerja yang tidak terserap dalam dunia kerja menjadi berkurang.
Sektor UKM telah dipromosikan dan dijadikan sebagai agenda utama pembangunan ekonomi Indonesia. Sektor UKM telah terbukti tangguh, ketika terjadi Krisis Ekonomi 1998, hanya sektor UKM yang bertahan dari kolapsnya ekonomi, sementara sektor yang lebih besar justru tumbang oleh krisis. Mudradjad Kuncoro dalam Harian Bisnis Indonesia pada tanggal 21 Oktober 2008 mengemukakan bahwa UKM terbukti tahan terhadap krisis dan mampu survive karena, pertama, tidak memiliki utang luar negeri. Kedua, tidak banyak utang ke perbankan karena mereka dianggap unbankable. Ketiga, menggunakan input lokal. Keempat, berorientasi ekspor. Selama 1997-2006, jumlah perusahaan berskala UKM mencapai 99% dari keseluruhan unit usaha di Indonesia. Sumbangan UKM terhadap produk domestik bruto mencapai 54%-57%. Sumbangan UKM terhadap penyerapan tenaga kerja sekitar 96%. Sebanyak 91% UKM melakukan kegiatan ekspor melalui pihak ketiga eksportir/pedagang perantara. Hanya 8,8% yang berhubungan langsung dengan pembeli/importir di luar negeri.1
kualitas jasa juga dapat dimaksimalkan dengan adanya penguasaan teknologi. Penguasaan teknologi ini dapat memberikan kontribusi positif dalam pengelolaan, sehingga organisasi dapat lebih terkontrol dengan mudah. Oleh sebab itu, organisasi harus selalu mengikuti dinamika perubahan teknologi yang terjadi.

Potret UKM
UKM kurang mendapatkan perhatian di Indonesia sebelum krisis pecah pada tahun 1997. Namun demikian sejak krisis ekonomi melanda Indonesia (yang telah meruntuhkan banyak usaha besar) sebagian besar UKM tetap bertahan, dan bahkan jumlahnya meningkat dengan pesat perhatian pada UKM menjadi lebih besar, kuatnya daya tahan UKM juga didukung oleh struktur permodalannya yang lebih banyak tergantung pada dana sendiri (73%), 4% bank swasta, 11% bank pemerintah, dan 3% supplier (Azis, 2001). Demikian juga kemampuannya menyerap tenaga kerja juga semakin meningkat dari sekitar 12 juta pada tahun 1980, tahun 1990, dan 1993 angka ini meningkat menjadi sekitar 45 juta dan 71 juta (data BPS), dan pada tahun 2001 menjadi 74,5 juta. Jumlah UKM yang ada meningkat dengan pesat, dari sekitar 7 ribu pada tahun 1980 menjadi sekitar 40 juta pada tahun 2001. Sementara itu total volume usaha, usaha kecil dengan modal di bawah Rp. 1 miliar yang merupakan 99,85% dari total unit usaha, mampu menyerap 88,59% dari total tenaga kerja pada tahun yang sama. Demikian juga usaha skala menengah (0,14% dari total usaha) dengan nilai modal antara Rp. 1 miliar sampai Rp. 50 miliar hanya mampu menyerap 10,83% tenaga kerja. Sedangkan usaha skala besar (0,01%) dengan modal di atas Rp. 54 miliar hanya mampu menyerap 0,56% tenaga kerja. Melihat sumbangannya pada perekonomian yang semakin penting, UKM seharusnya mendapat perhatian yang semakin besar dari para pengambil kebijakan. khususnya lembaga pemerintahan yang bertanggung jawab atas perkembangan UKM. Pengembangan UKM diIndonesia selama ini dilakukan oleh Kantor Menteri Negara
Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kementerian Negera KUKM). Selain Kementrian Negara KUKM, instansi yang lain seperti Depperindag, Depkeu, dan BI juga melaksanakan fungsi pengembangan UKM sesuai dengan wewenang masing-masing. Di mana Depperindag melaksanakan fungsi pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) dengan menyusun Rencana Induk Pengembangan Industri Kecil Menengah tahun 2002-2004. Demikian juga Departemen Keuangan melalui SK Menteri Keuangan (Menkeu) No. 316/KMK.016/1994 mewajibkan BUMN untuk menyisihkan 1-5% Iaba
perusahaan bagi pembinaan usaha kecil dan koperasi (PUKK). Bank Indonesia sebagai otoritas keuangan dahulu mengeluarkan peraturan mengenai kredit bank untuk UKM, meskipun akhir-akhir ini tidak ada kebijakan khusus terhadap Perbankan mengenai pemberian kredit ke usaha kecil lagi. Demikian juga kantor ataupun instansi lainnya yang terlibat dalam “bisnis” UKM juga banyak. Meski banyak yang terlibat dalam pengembangan UKM namun tugas
pengembangam UKM yang dilimpahkan kepada instansi-instansi tersebut diwarnai banyak isu negatif misalnya politisasi terhadap KUKM, terutama koperasi serta pemberian dana subsidi JPS yang tidak jelas dan tidak terarah. Demikian juga kewajiban BUMN untuk menyisihkan labanya 1 – 5% juga tidak dikelola dan dilaksanakan dengan baik.
Kebanyakan BUMN memilih persentase terkecil, yaitu 1 %, sementara banyak UKM yang mengaku kesulitan mengakses dana tersebut. Selain itu kredit perbankan juga sulit untuk diakses oleh UKM, di antaranya karena prosedur yang rumit serta banyaknya UKM yang belum bankable. Apalagi BI tidak lagi membantu usaha kecil dalam bidang permodalan secara lansung dengan diberlakukannya UU No.23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia. Selain permasalahan yang sudah disebutkan sebelumnya, secara umum UKM
sendiri menghadapi dua permasalahan utama, yaitu masalah finansial dan masalah nonfinansial (organisasi manajemen). Masalah yang termasuk dalam masalah finansial di antaranya adalah (Urata, 2000):
• kurangnya kesesuain (terjadinya mismatch) antara dana yang tersedia yang dapat
diakses oleh UKM
• tidak adanya pendekatan yang sistematis dalam pendanaan UKM
• Biaya transaksi yang tinggi, yang disebabkan oleh prosedur kredit yang cukup
rumit sehingga menyita banyak waktu sementara jumlah kredit yang dikucurkan
kecil
• kurangnya akses ke sumber dana yang formal, baik disebabkan oleh ketiadaan
bank di pelosok maupun tidak tersedianya informasi yang memadai
• bunga kredit untuk investasi maupun modal kerja yang cukup tinggi
• banyak UKM yang belum bankable, baik disebabkan belum adanya manajemen
keuangan yang transparan maupun kurangnya kemampuan manajerial dan
finansial
Sedangkan termasuk dalam masalah organisasi manajemen (non-finansial) di antaranya
adalah :
• kurangnya pengetahuan atas teknologi produksi dan quality control yang
disebabkan oleh minimnya kesempatan untuk mengikuti perkembangan teknologi
serta kurangnya pendidikan dan pelatihan
• kurangnya pengetahuan atcan pemasaran, yang disebabkan oleb terbatasnya
informasi yang dapat dijangkau oleh UKM mengenai pasar, selain karena
ketetbatasan kemampuan UKM untuk roonyediakanproduk/ jasa yang sesuai
dengan keinginan pasar
• keterbatasan sumber daya manusia (SDM) secara kurangnya sumber daya untuk
mengembangkan SDM2
• kurangnya pemahaman mengenai keuangan dan akuntansi
Di samping dua permasalahan utama di atas, UKM juga menghadapi
permasalahan linkage dengan perusahaan serta ekspor. Permasalahan yang terkait
dengan linkage antar perusahaan di antaranya sebagai berikut :
• Industri pendukung yang lemah.
• UKM yang memanfaatkan/menggunakan sistem duster dalam bisnis belum
banyak.
Sedangkan permasalahan yang terkait dengan ekspor di antaranya sebagai
berikut:
• kurangnya informasi mengenai pasar ekspor yang dapat dimanfaatkan.
• Kurangnya lembaga yang dapat membantu mengembangkan ekspor.
• Sulitnya mendapatkan sumber dana untuk ekspor.
• Pengurusan dokumen yang diperlukan untuk ekspor yang birokratis.
Beberapa hal yang ditengarai menjadi faktor penyebab permasalahanpermasalahan di atas adalah: pelaksanaan undang-undang dan peraturan yang berkaitan dengan UKM, termasuk masalah perpajakan yang belum memadai; masih terjadinya mismatch antara fasilitas yang disediakan oleh pemerintah dan kebutuhan UKM; serta kurangnya linkage antar UKM sendiri atau antara UKM dengan industri yang lebih besar (Urata, 2000). Hal ini tentunya membutuhkan penanganan yang serius serta terkait erat dengan kebijakan pemerintah yang dibuat untuk mengembangkan UKM.

Beberapa keunggulan UKM terhadap usaha besar antara lain adalah :
  •  Inovasi dalam teknologi yang telah dengan mudah terjadi dalam pengembangan produk.
  •  Hubungan kemanusiaan yang akrab didalam perusahaan kecil.
  •  Kemampuan menciptakan kesempatan kerja cukup banyak atau penyerapannya terhadap tenaga kerja.
  •  Fleksibilitas dan kemampuan menyesuaikan diri terhadap kondisi pasar yang berubah dengan cepat dibanding dengan perusahaan skala besar yang pada umumnya birokratis.
  •  Terdapatnya dinamisme managerial dan peranan kewirausahaan.



Sumber:
  • file:///F:/Peran%20UKM%20dalam%20perekonomian%20Indonesia%20%C2%AB%20Ivaninternisti%27s%20Blog.html,tanggal 16 mei 2011 pukul 20:06 WIB
  • http://www.fe.trisakti.ac.id/pusatstudi_industri/PUSAT%20STUDY%20TULUS%20TAMBUNAN/Pusat%20Studi/Working%20Paper/WP9.pdf,tanggal 16 mei 2011 pukul 20:10 WIB


Tuesday, May 10, 2011

indeks kedalaman kemiskinan (P1) dan Indeks keparahan kemiskinan (P2)


Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin.Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin,kebijakan kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.Pada periode 2007-2010,indeks kedalaman kemiskina (P1) dan Indeks keparahan kemiskinan (P2) terus menunjukan kecenderungan menurun.indeks kedalaman kemiskinan (P1) turun dari 2,23 (keadaan maret 2007) menjadi 1,47 ( keadaan Maret 2010).Demikian indeks kaparahan kemiskinan (P2) turun dari 0,64 (keadaan maret 2007) menjadi 0,33 (keadaan maret 2010).penurunan nilai kedua indeks ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung makin mendekati garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga semakin menyempit.

Pada periode maret 2009-maret 2010,kondisinya sedikit mengejutkan dimana indeks kedalaman kemiskinan (P1) pada periode tersebut mengalami kenaikan dari 1,44 pada maret 2009 menjadi 1,47 pada maret 2010.Hal ini terindikasi bahwa walaupun ketimpangan pengeluaran antar penduduk miskin semakin menyempit,namun ada kecenderungan pengeluaran tersebut cenderung makin menjauh (melebar)dari garis kemiskinan.

Penjelasan Teknis dan Sumber Data


  1. Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Dengan pendekatan ini, dapat dihitung Headcount Index, yaitu persentase penduduk miskin terhadap total penduduk.
  2. Metode yang digunakan adalah menghitung Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari dua komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan-Makanan (GKBM). Penghitungan Garis Kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk daerah perkotaan dan perdesaan. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata­rata pengeluaran per kapita per bulan dibawah Garis Kemiskinan.
  3. Garis Kemiskinan Makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kilo kalori per kapita perhari. Paket komoditi kebutuhan dasar makanan diwakili oleh 52 jenis komoditi (padi-padian, umbi-umbian, ikan, daging, telur dan susu, sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, minyak dan lemak, dll).
  4. Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan. Paket komoditi kebutuhan dasar nonmakanan diwakili oleh 51 jenis komoditi di perkotaan dan 47 jenis komoditi di perdesaan.
  5. Sumber data utama yang dipakai untuk menghitung tingkat kemiskinan tahun 2009 adalah data SUSENAS (Survei Sosial Ekonomi Nasional) Panel Modul Konsumsi bulan Maret 2009. Jumlah sampel sebesar 68.000 RT dimaksudkan supaya data kemiskinan dapat disajikan sampai tingkat provinsi. Sebagai informasi tambahan, juga digunakan hasil survei SPKKD (Survei Paket Komoditi Kebutuhan Dasar), yang dipakai untuk memperkirakan proporsi dari pengeluaran masing-masing komoditi pokok bukan makanan.

sumber :http://malut.bps.go.id/publikasi/brs/kemiskinan/2010/BRS_KEMISKINAN_0710.pdf
             http://tnp2k.wapresri.go.id/data.html
                   
waktu jam : 08 :07 pm
                                         

Monday, February 28, 2011

Sistem Ekonomi di Indonesia

Sistem Ekonomi di Indonesia
Kemerdekaan yang diproklamasikan pada tahun 1945 telah memberikan kesempatan kepada bangsa Indonesia untuk mulai mewujudkan cita-citanya:keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dalam wadah Negara yang merdeka,bersatu,berdaulat,adil dan makmur,berdasarkan Pancasila.
Tata ekonomi Indonesia ditentukan dalam UUD ’45 dan garis-garis Besar Haluan Negara dan disebut demokrasi ekonomi : produksi diusahakan sebagai kepentingan bersama.Tata ekonomi Indonesia memberikan kebebasan berusaha kepada setiap warga masyarakat dalam batas-batas dan syarat-syarat tertentu.
Tata ekonomi Indonesia berdasarkan pancasila
Selalu ditekankan bahwa tata ekonomi Indonesia berdasarkan Pancasila.Ini bukan hanya suatu ungkapan bagus,yang setiap kali ‘harus’ dikatakan,tetapi dimaksudkan sebagai pedoman yang sungguh-sungguh memberi arah bagi tata susunan ekonomi nasional dan sikap mental yang mendasarinya.
Tata ekonomi Pancasila adalah suatu tata ekonomi yang dijiwai oleh ideologi Pancasila,suatu tata ekonomi nasional yang merupakan usaha bersama dan yang berazaskan kekeluargaan dan kegotong royongan di bawah pimpinan pemerintah.Sekitar tahun 1981 timbullah suatu diskusi yang hangat mengenai apa sesungguhnya isi konkrit Tata Ekonomi Pancasila itu.Prof. Mubiyarto (1981)mencoba merumuskan bebrapa ciri utama Sistem Ekonomi Pancasila,seperti : perkoperasian sebagai sokoguru perekonomia;roda perekonomian digerakkan tidak hanya oleh rangsangan ekonomi saja tetapi juga oleh pertimbangan social dan moral.
Di bawah ini dicantumkan bebrapa pedoman yang pantas dipertimbangkan agar tata ekonomi berdasarkan pancasila dapat diwujudkan secara konkrit dalam konteks masyarakat Indonesia :
1.Ketuhanan Yang Maha Esa
2.Kemanusiaan yang adil dan beradab
3.Persatuan Indonesia
4.Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan /perwakilan
5.Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia

SISTEM EKONOMI


Definisi Sistem Ekonomi

Sistem ekonomi merupakan perpaduan dari aturan–aturan atau cara–cara yang menjadi satu kesatuan dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam perekonomian. Suatu sistem dapat diibaratkan seperti lingkaran-lingkaran kecil yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya.
Sistem ekonomi dapat berfungsi sebagai :
a. Sarana pendorong untuk melakukan produksi
b. Cara atau metode untuk mengorganisasi kegiatan individu
c. Menciptakan mekanisme tertentu agar distribusi barang dan jasa terlaksana dengan baik.


Macam-macam Sistem Ekonomi
Sistem ekonomi dapat dibedakan menjadi 4 macam, yaitu :

1. Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional secara turun temurun dengan hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja.
Ciri dari sistem ekonomi tradisional adalah :
1. Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana
2. Hanya sedikit menggunakan modal
3. Pertukaran dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang)
4. Belum mengenal pembagian kerja
5. Masih terikat tradisi
6. Tanah sebagai tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran
Sistem ekonomi tradisional memiliki kelebihan sebagai berikut:
1. Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat, hubungan antar individu sangat erat
2. Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak ada beban berat yang harus dipikul
3. Tidak individualistis
Kelemahan dari sistem ekonomi tradisional adalah :
1. Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah
2. Mutu barang hasil produksi masih rendah Saat ini sudah tidak ada lagi negara yang menganut sistem ekonomi tradisional, namun di beberapa daerah pelosok, seperti suku badui dalam, sistem ini masih digunakan dalam kehidupan sehari – hari

2. Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)
Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar.
Sistem ini sesuai dengan ajaran dari Adam Smith, dalam bukunya An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.
Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah :
1. Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal
2. Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya
3. Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba
4. Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta)
5. Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar
6. Persaingan dilakukan secara bebas
Kelemahan dari sistem ekonomi pasar antara lain:
1. Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan
2. Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal
3. Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat
4. Sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasisumber daya oleh individu

3. Sistem Ekonomi Komando (Terpusat)
Sistem ekonomi komando adalah sistem ekonomi dimana peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian. Pada sistem ini pemerintah menentukan barang dan jasa apa yang akan diproduksi, dengan cara atau metode bagaimana barang tersebut diproduksi, serta untuk siapa barang tersebut diproduksi.
Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah :
1. Semua alat dan sumber-sumber daya dikuasai pemerintah
2. Hak milik perorangan tidak diakui
3. Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan perekonomian
4. Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah
Kelemahan dari sistem ekonomi terpusat adalah :
1. Mematikan inisiatif individu untuk maju
2. Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat
3. Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya

4. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat, dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi.
Ciri dari sistem ekonomi campuran adalah :
1. Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat
2. Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah
3. Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta.
4. Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang Penerapan sistem ekonomi campuran akan mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan komando dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Secara umum saat ini hampir tidak ada negara yang murni melaksanakan sistem ekonomi terpusat maupun pasar, yang ada adalah kecenderungan terhadap ekonomi pasar seperti Amerika, Hongkong, dan negara–negara eropa barat yang berpaham liberal, sementara negara yang pernah menerapkan ekonomi terpusat adalah Kuba, Polandia dan Rusia yang berideologi sosialis atau komunis.
Kebanyakan negara-negara menerapkan sistem ekonomi campuran seperti Perancis, Malaysia dan Indonesia. Namun perubahan politik dunia juga mempengaruhi sistem ekonomi, seperti halnya yang dialami Uni Soviet pada masa pemerintahan Boris Yeltsin, kehancuran komunisme juga mempengaruhi sistem ekonomi soviet, dari sistem ekonomi terpusat (komando) mulai beralih ke arah ekonomi liberal dan mengalami berbagai perubahan positif.
Referensi; http://thinkquantum.wordpress.com/2009/12/08/pengertian-sistem-ekonomi/,Senin 28 Februari 2011,jam 19.00



Menurut para ahli sistem ekonomi terdiri dari 3 macam,yaitu :
1.Liberalisme (Tata Ekonomi Pasar Bebas )
Sistem perekonomian bebas berkembang di Inggris pada pertengahan abad ke 18.Dengan semboyan “laissez-faire” diperjuangkan kebebasan berusaha bagi industri dan perdagangan.Adam Smith (The Wealth of Nations,1778 ) menunjukkan bahwa kebebasan berusaha yang didorong oleh kepentingan ekonomi pribadi merupakan pendorong kuat menuju kemakmuran bangsa.
2.Komunisme (Tata Ekonomi Kolektivis )
Kelemahan-kelemahan sistem ekonomi serba bebas menimbulkan reaksi yang ekstrim ke arah lain.Segala-segalanya di atur oleh Negara.Maka timbullah sistem komunis atau kolektivis. seluruh kegiatan ekonomi di kuasai langsung oleh pemerintah dan dikomandokan dari pusat.Dasar komunisme adalah ajaran Karl Marx ( 1818-1883 ),dengan bukunya yang paling terkenal Das Kapital (1867) dan Manifesto Komunis (1848).
3.Sosialisme (Sistem Demokrasi Ekonomi)
Dewasa ini kebanyakan Negara (Non-Komunis) telah menemukan suatu bentuk tata ekonomi di tengah-tengah kedua esktrim tersebut di atas,yang merupakan kombinasi dan perimbangan antara kebebasan dan aturan yang dirasa paling sesuai dengan sifat dan situasi suatu bangsa.Tata ekonomi ini banyak variasinya dan dikenal dengan berbagai nama :Sosialisme,Demokrasi Ekonomi,Sistem Campuran (mixed system),Welfare state.
Referensi :Buku pengantar ilmu ekonomi (bagian makro),karangan Drs.T.Gilarso,Kamis 17 Februari 2011,jam15:30

Tuesday, January 25, 2011

Cara Menghilangkan Bekas Jerawat

Jerawat memang penyakit kulit yang walaupun tidak berbahaya, namun kemunculannya tidak di inginkan – apalagi bagi kaum hawa karena dapat mengurangi kecantikan. Terlebih lagi jika jumlahnya banyak. Setelah jerawat hilang, tetap saja ada efek tidak di inginkan yakni meninggalkan bekas, seperti bopeng atau lubang bekas jerawat, efeknya wajah menjadi tampak kurang cantik.
 Noda bekas jerawat umumnya berwarna merah atau coklat, dan akan sirna atau hilang dengan sendirinya. Perlu di ketahui, jika anda tidak menggaruk pada jerawat atau memencetnya, jerawat tidak akan meninggalkan bekas berupa lobang atau bopeng yang mendalam.
Namun jika muncul bekas jerawat, cari yang paling mujarab ialah dengan memaksa tumbuh lapisan kulit wajah yang baru. Untuk itu diperlukan dermabrasi atau teknik laser. Dan kebetulan terdapat sejumlah produk di pasaran yang di peruntukan untuk menumbuhkan kulit baru ini atau dermarbrasi.
Namun begitu cara tradisional selalu yang terbaik, walaupun hasilnya lebih lama di banding gunakan teknik dermarbrasi, jika anda lebih memilih cara tradisional untuk mencobanya di rumah, maka ikuti cara-cara berikut ini:
  • Jus Lemon
    Peras lemon, oleskan di wajah 2x sehari. Minum jus lemon sehari sekali.
  • Lidah Buaya
    Ambil jel nya dan oleskan di wajah. Buat jus dan minum sehari sekali.
  • Madu
    Campur madu dan susu, lalu oleskan di wajah dua kali sehari.
  • Air putih
    Minum banyak air putih setiap hari.
Cara Lain menghilangkan jerawat adalah:

1.Mau tidur , bersihkan muka dengan air hangat, terus olesin caladine merata di wajah. Seujung jari telunjuk (diameter sekitar 1 cm) masing2 di pipi kiri, pipi kanan, kening. Jadi ada 3 bagian.
2. Tidur sekitar 6-8 jam.
3. Bangun tidur bersihkan wajah dengan air hangat. Tapi, biasanya aku cuci muka pake “skin refiner: pore minimizer” dari L’oreal. Gw rasa, pake air hangat aja cukup.
4. Beraktifitas seperti biasa + bersihkan wajah setiap kali keliatan berminyak dan kotor. Biasanya siang dan sore bersihkan lagi, yang penting airnya bersih. Bisa juga pake pembersih muka (kalo aku pake ovale maskulin, soalnya gw cowo)
5. Gak makan telur, indomi, kacang, ayam(sialnya, tapi pengaruh bgt) sangat membantu mencegah jerawat. Aku juga mengurangi makan cabe. (kata dokter, makan cabe menstimulasi jerawat, tapi aku masih makan cabe, makanya kadang-kadang suka timbul jerawat, walau sangat jarang).
6. Kalo aku naik motor, pake helm yang tertutup.
7. Bersihin muka sebisanya pake air bersih, pake ledeng gak kusaranin ,kalo aku malah rela pake air kemasan (aqua galon), biar efektif.
8. Ditambah saran-saran mas fimana sebelumnya (olah-raga, dll, kayaknya bisa menolong, tapi aku jarang olah raga nih.)

    Sebenarnya banyak sih obat yang lebih ampuh dan lebih cepat, tapi ya gitu deh. Ada uang ada barang. Barangnya bagus biasanya harganya juga pasti mahal.
Coba aja obat-obat dibawah ini :
pertama, untuk ilangin jerawatnya pake produk yang namanya Blemish Control. Terus kulitnya diperiksa juga, minyaknya banyak atau tidak. Jika banyak, mungkin aja jerawatnya muncul terus karena mukanya banyak minyaknya, untuk mengontrol minyak, bisa pakai produk yang namanya Clarifying Daily Skin Care System (ada pembersih, penyegar dan pelembab). Jangan lupa jaga makannya kalo kulit model begini. Soalnya makanan juga dapat menjadi salah satu penyebab munculnya jerawat.
kedua, untuk ilangin bercak2 hitam, pakai yg namanya pure white spot treatment
ketiga, untuk ilangin bopeng2, pakai yg namanya AHA body refiner moisturiser
Atau kalo tidak konsultasi aja ke tempat-tempat perawatan kulit dan wajah.

sumber:
http://ellanks.multiply.com/journal/item/16
http://rumahabi.info/cara-menghilangkan-bekas-jerawat-secara-tradisional.html

Friday, January 7, 2011

TUGAS 9

1. Jelaskan tentang Product Life Cycle ( Siklus Kehidupan Produk) ?
Siklus hidup produk adalah siklus hidup suatu produk/ organisasi dengan tahapan-tahapan proses perjalanan hidupnya mulai dari pengembangan produk ,pengenalan,pertumbuhan,kematangan dan keusangan.
perubahan dari target awal, lalu mulai berjuang dan berkompetisi dengan produk-produk yang sejenis, hingga melewati persaingan dan kompetisi produk memiliki tingkat penerimaan/ penjualan/ distribusi yang luas dan tersebar Setelah mencapai puncaknya maka produk akan turun dengan alamiah. Perubahan citra produk/ organisasi lalu dilakukan untuk mendukung inovasi dan menghindari penurunan drastis akibat kejenuhan.
1.     Perkenalan (Introduction)
·         Penjualan Lambat
·         Promosi Besar
·         Belum Ada Laba
2.    Pertumbuhan (Growth)
·         Laba Naik
·         Produk diterima dipasar
3.    Kematangan (Maturity)
·         Penjualan naik
·         Laba naik
·         Promosi naik
·         Adanya difersifikasi produk
4.    Keusangan (Decine)
·         Penjualan turun
·         Laba turun
                 ·           Pailit


2.Pada tahap keberapa suatu produk dapat dikatakan ‘Leader Product’? Berikan contoh!
Dikatakan leader product pada aat tahap ketiga dimana pada saat terjadi di tahap kematangan. 
Contoh :
  1. Rinso
  2. Sony Ericsson
  3. samsung


3.Mengapa suatu perusahaan perlu melakukan diversifikasi produk ?

suatu perusahaan melakukan diversifikasi produk karena untuk meningkatkan volume penjualan yang dapat dilakukan oleh perusahaan terutama jika perusahaan tersebut telah berada dalam tahap kedewasaan. Dengan diversifikasi produk, suatu perusahaan tidak akan bergantung pada satu jenis produknya saja. Tetapi perusahaan juga dapat mengandalkan jenis produk lainnya (produk diversifikasi). Karena jika salah satu jenis produknya tengah mengalami penurunan, maka akan dapat teratasi dengan produk jenis lainnya. 



sumber:http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/11/alasan-perusahaan-melakukan-diversifikasi-produk-2/
                      


www.gunadarma.ac.id

Monday, December 20, 2010

Tugas 8

1. Dalam bisnis Internasional dikenal 2 transaksi bisnis Internasional yaitu :
a. Perdagangan Internasional ( International trade)
b. Pemasaran Internasional (International Marketing)
Jelaskan apa beda kedua transaksi bisnis tersebut.


a.Perdagangan Internasional ( International trade) adalah perdagangan yang dilakukan lintas negara. Negara memproduksi sebagian kebutuhannya sendiri dan mengekspor kelebihannya, kemudian mengimpor apa yang tidak diproduksinya.  

 b.Pemasaran Internasional (Internasional Marketing) adalah kegiatan yang operasinya melewati batas -batas lebih dari satu negara.

2. Coba jelaskan bagaimana tahap-tahap dalam memasuki bisnis Internasional dimulai dari tahapan yang paling sederhana yang tidak mengandung resiko sampai dengan tahapa yang paling kompleks ?(6)

1.Ekspor InsidentilDalam rangka untuk masuk ke dalam dunia bisnis Internasional suatu perusahaan pada umumnya dimulai dari suatu keterlibatan yang paling awal yaitu dengan melakukan ekspor insidentil. Dalam tahap awal ini pada umumnya terjadi pada saat adanya kedatangan orang asing di negeri kita kemudian dia membeli barang-barang dan kemudian kita harus mengirimkannya ke negeri asing itu.

2. Ekspor Aktif (Purchasing)
Tahap terdahulu itu kemudian dapat berkembang terus dan kemudian terjalinlah hubungan bisnis yang rutin dan kontinyu dan bahkan transaksi tersebut makin lama akan semakin aktif. Keaktifan hubungan transaksi bisnis tersebut ditandai pada umumnya dengan semakin berkembangnya jumlah maupun jenis komoditi perdagangan Internasional tersebut. Dalam tahap aktif ini perusahaan negeri sendiri mulai aktif untuk melaksanakan manajemen atas transaksi itu. Tidak seperti tahap awal di mana pengusaha hanya bertindak pasif. Oleh karena itu dalam tahap ini sering pula disebut sebagai tahap “ekspor aktif”, sedangkan tahap pertama tadi disebut tahap pembelian atau “Purchasing”.

3. Penjualan Lisensi
Tahap berikutnya adalah tahap penjualan Iisensi. Dalam tahap ini Negara pendatang menjual lisensi atau merek dari produknya kepada negara penerima. Dalam tahap yang dijual adalah hanya merek atau lisensinya saja, sehingga negara penerima dapat melakukan manajemen yang cukup luas terhadap pemasaran maupun proses produksinya termasuk bahan baku serta peralatannya. Untuk keperluan pemakaian lisensi tersebut maka perusahaan dan negara penerima harus membayar fee atas lisensi itu kepada perusahaan asing tersebut.

4. Franchising
Tahap berikutnya merupakan tahap yang lebih aktif lagi yaitu perusahaan di suatu negara menjual tidak hanya lisensi atau merek dagangnya saja akan tetapi lengkap dengan segala atributnya termasuk peralatan, proses produksi, resep-resep campuran proses produksinya, pengendalian mutunya, pengawasan mutu bahan baku maupun barang jadinya, serta bentuk pelayanannya. Cara ini sering dikenal sebagai bentuk “Franchising”. Dalam hal bentuk Franchise ini maka perusahaan yang menerima disebut sebagai “Franchisee” sedangkan perusahaan pemberi disebut sebagai “Franchisor”. Bentuk ini pada umumnya berhasil bagi jenis usaha tertentu misalnya makanan, restoran, supermarket, fitness centre dan sebagainya

5. Pemasaran di Luar Negeri (Active Marketing)
Tahap berikutnya adalah bentuk Pemasaran di Luar negeri. Bentuk ini akan memerlukan intensitas manajemen serta keterlibatan yang lebih tinggi karena perusahaan pendatang (Host Country) harus aktif dan mandiri untuk melakukan manajemen pemasaran bagi produknya itu di negeri asing (Home Country). Pengusaha pendatang yang merupakan orang asing harus mampu untuk mengetahui perilaku (segmentasi) di negeri penerima itu sehingga dapat dilakukan program-program pemasaran yang efektif.

6. Produksi dan Pemasaran di Luar Negeri

Tahap yang terakhir adalah tahap yang paling intensif dalam melibatkan diri pada bisnis internasional yaitu tahap “Produksi dan Pemasaran di Luar Negeri”. Tahap ini juga disebut sebagai “Total International Business”. Bentuk inilah yang menimbulkan MNC (Multy National Corporation) yaitu Perusahaan Multi Nasional. Dalam tahap ini perusahaan asing datang dan mendirikan perusahaan di negeri asing dengan segala modalnya, kemudian memproduksi di negeri itu, lalu menjuaI hasil produksinya itu di negeri itu juga. Bentuk ini memiliki unsur positif bagi negara yang sedang berkembang karena dalam bentuk ini negara penerima tidak perlu menyediakan modal yang sangat banyak untuk mendirikan pabrik tersebut.

3. Hambatan apa saja yang timbul dalam memasuki bisnis Internasional? (5)

1. Batasan perdagangan dan tarif bea masuk

2. Perbedaan bahasa, social budaya/culturalPerbedaan dalam hal bahasa seringkali merupakan hambatan bagi kelancaran bisnis Internasional, hal ini disebabkan karena bahasa adalah merupakan alat komunikasi yang vital baik bahasa lisan maupun bahasa tulis. Tanpa komunikasi yang baik maka hubungan bisnis sukar untuk dapat berlangsung dengan Iancar. Hambatan bahasa ini pada saat ini semakin berkurang berkat adanya bahasa Internasional yaitu bahasa lnggris. Meskipun demikian perbedaan bahasa ini tetap merupakan hambatan yang harus diwaspadai dan dipelajari dengan baik karena suatu ungkapan dalam suatu bahasa tertentu tidak dapat diungkapkan secara begitu saja (letterlijk) dengan kata yang sama dengan bahasa yang lain. Bahkan suatu merek dagang atau nama produk pun dapat memiliki arti yang lain dan sangat negatif bagi suatu negara tertentu. Sebagai contoh pabrik mobil Chevrolet yang memberikan nama suatu jenis mobilnya dengan nama "Chevrolet's Nova", pada hal di negara Spanyol kata "No Va" berarti "tidak dapat berjalan". Oleh karena itu maka sangat sulit untuk memasarkan produk tersebut di negara Spanyol tersebut.

3. Kondisi politik dan hukum/perundang-undangan
Hubungan politik yang kurang baik antara satu negara dengan negara yang lain juga akan mengakibatkan terbatasnya hubungan bisnis dari kedua negara tersebut. Sebagai contoh yang ekstrim Amerika melakukan embargo terhadap komoditi perdagangan dengan negara-negara Komunis.
Ketentuan Hukum ataupun Perundang-undang yang berlaku di suatu negara kadang juga membatasi berlangsungnya bisnis internasional. Misalnya negara-negara Arab melarang barang-barang mengandung daging maupun minyak babi.
Lebih dan itu undang-undang di negaranya sendiri pun juga dapat membatasi berlangsungnya bisnis Internasional, misalnya Indonesia melarang ekspor kulit mentah ataupun setengah jadi, begitu pula rotan mentah dan setengah jadi dan sebagainya.

4. Hambatan operasional
Hambatan perdagangan atau bisnis internasional yang lain adalah masalah operasional yakni transportasi atau pengangkutan barang yang diperdagangkan ke negara yang lain. Transportasi ini seringkali sukar untuk dilakukan karena antara kedua negara itu belum memiliki jalur pelayaran kapal laut yang reguler. Hal ini dapat mengakibatkan biaya pengangkutan atau ekspedisi menjadi sangat mahal yang dikarenakan pengangkutnya hanya melayani satu negara itu saja.

5.Perusahaan Multinasional
Perusahaan multinasional pada hakikatnya adalah suatu perusahaan yang melaksanakan kegiatan secara internasional atau dengan kata lain melakukan operasinya di beberapa Negara. Perusahaan macam ini sering disebut Multinasional Corporations yang biasanya disingkat MNC. Era Globalisasi yang melanda dunia pada saat ini dimana dalam kondisi itu tidak ada satu Negara pun di dunia ini yang terbebas dan tak terjangkau oleh pengaruh dari Negara lain. Setiap Negara setiap saat akan selalu terpengaruh oleh tindakan yang dilakukan oleh Negara lain. Hal ini bisa terjadi karena pada saat ini kita berada dalam abad komunikasi, sehingga dengan cara yang sangat cepat dan bahkan dalam waktu yang bersamaan kita dapat mengetahui suatu kejadian yang terjadi di setiap Negara di manapun di dunia ini.
Dari keadaan itu maka seolah-olah tidak ada lagi batas-batas antara negara yang satu dengan negara yang lain. Kehidupan sehari-hari menjadi lebih bersifat sama. Dengan kecenderungan yang terjadi pada saat ini bahwa permintaan ataupun kebutuhan masyarakat di mana pun di dunia ini mendekati hal yang sama. Kebutuhan akan barang-barang konsumsi atau untuk kehidupan sehari-hari cenderung tidak berbeda antara negara yang satu dengan negara lain. Kebutuhan akan sabun mandi, sabun cuci, alat-alat tulis, alat-alat kantor, pakaian, juga perabot rumah tangga dan sebagainya tidaklah banyak berbeda antara masyarakat Indonesia dengan Filipina, Jepang, Korea, Arab atupun di Eropa dan Amerika.
Kecenderungan untuk adanya kesamaan inilah yang mendorong perusahaan untuk beroperasi secara Internasional Perusahaan yang demikian akan mencoba untuk mencari tempat pabrik guna memproduksikan barang-barang tersebut yang paling murah dan kemudian memasarkannya keseluruh penjuru dunia sehingga akan menjadi lebih ekonomis dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Di samping itu adanya batasan-batasan ekspor-impor antar negara mendorong suatu perusahaan untuk memproduksikan saja barang itu di negeri itu sendiri dan kemudian menjualnya di negeri itu juga meskipun pemiliknya adalah dari luar negeri. Dengan cara itu maka problem pembatasan ekspor-impor menjadi tidak berlaku lagi baginya. Banyak contoh perusahaan multinasional ini misalnya saja: Coca Cola, Colgate, Johnson & Johnson, IBM, General Electric, Mitzubishi Electric, Toyota, Philips dari negeri Belanda, Nestle dari Switzerland, Unilever dari Belanda dan lnggris, Bayer dati Jerman, Basf juga dari Jerman, Ciba dari Switzerland dan sebagainya.

REFERENSI

http://www.anneahira.com/karir/bisnis-internasional.html
http://candygloria.wordpress.com/2010/12/15/bisnis-internasional/